Welcome To My Blog

Rabu, 31 Desember 2014

Cara Pengumpulan Bukti Audit Sistem Informasi

Cara Pengumpulan Bukti Audit Sistem Informasi

Bukti audit merupakan konsep fundamental dalam auditing SA 326.14 menyatakan bahwa audit terdiri dari data akuntnansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor. Secara umum kegiatan audit adalah membuktikan dapat dipercaya atau tidaknya informasi yang disajikan dalam laporan yang diaudit. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan audit, auditor melakukan kegiatan pengumpulan bukti audit, yaitu hal yang dapat digunakan sebagai bukti untuk mendukung kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil oleh auditor. Bukti tersebut meliputi :
a. Bukti fisik yaitu benda yang secara fisik dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, seperti tanah, bangunan, mesin dan peralatan, persediaan, dan sebagainya.
b. Bukti dokumentasi yaitu dokumen atau catatan yang mewakili keberadaan dan keabsahan transaksi/kejadian yang terkait dengan laporan yang diuji. Bukti dokumentasi dapat berasal dari luar atau diciptakan sendiri melalui sistem di dalam organisasi.
c. Bukti akuntansi, meliputi catatan/buku-buku, seperti buku kas umum, buku kas pembantu, termasuk buku besar (ledger), sub-ledger (kartu-kartu), yang digunakan untuk merekam bukti dokumentasi dalam rangka menunjang proses penyusunan laporan.
d. Pernyataan dari manajemen atau stafnya yang dibuat secara tertulis, baik yang diperoleh melalui wawancara maupun dari jawaban tertulis terhadap daftar pertanyaan (questionnaire) yang disampaikan auditor.
e. Bukti analisis, yaitu hasil analisis yang dibuat oleh auditor terkait dengan data yang dikumpulkannya melalui proses audit yang dilakukan
Sesuai dengan perkembangan teknologi, bukti dapat pula dalam bentuk pita magnetis, hard-disk, flopy-disk, dan rekaman elektronik lainnya.
Bukti audit dikumpulkan oleh auditor dalam rangka mendukung kesimpulan hasil audit yang akan dibuat. Untuk mendapatkan bukti tersebut, auditor melakukan teknik pengumpulan dan penelaahan sebagai berikut:

Ø  Penyiapan program audit (Prepare audit program). } Yaitu antara lain adalah:
Mengumpulkan bukti audit (Collection of Audit Evidence) yang meliputi:
* Mengobservasi aktivitas operasional di lingkungan PDE
* Mengkaji ulang sistem dokumentasi PDE
* Mendiskusikan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan petugas berwenang.
* Pengujian keberadaan dan kondisi fisik aktiva.
* Konfirmasi melalui pihak ketiga
* Menilai kembali dan re-performance prosedur sistem PDE.
* Vouching ke dokumen sumber
* Analytical review dan metode sampling. Evaluasi bukti (Evaluation of Audit Evidence).}
Auditor menggunakan bukti untuk memperoleh keyakinan yang memadai (reasonable assurance), jika inherent risk dan control risk sangat tinggi, maka harus mendapatkan reasonable assurance yang lebih besar. Aktivitas evaluasi bukti yang diperoleh meliputi:
1. Menilai (assess) kualitas pengendalian internal PDE
2. Menilai reliabilitas informasi PDE
3. Menilai kinerja operasional PDE
4. Mempertimbangkan kembali kebutuhan adanya bukti tambahan.
5. Mempertimbangkan faktor resiko
6. Mempertimbangkan tingkat materialitas
7. Bagaimana perolehan bukti audit.
Auditor menyiapkan beberapa laporan temuan dan mungkin merekomendasikan beberapa usulan yang terkait dengan pemeriksaan dengan di dukung oleh bukti dan dalam kertas kerjanya. Setelah direkomendasikan juga harus dipantau apakah rekomendasinya itu ditindaklanjuti.



Selasa, 30 Desember 2014

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA

Sekarang ini banyak perusahaan yang meng-gunakan berbagai sarana dalam usahanya untuk meningkatkan Customer Relationship Management (CRM). Secara khusus mereka berusaha memberikan layanan yang sifatnya personal sehingga dapat memberikan kepuasan yang tinggi pada pelanggan-nya, baik sebagai stakeholder maupun shareholder. Dengan demikian diharapkan akan terjalin value chain yang kuat di antara mereka melalui customer relationship (hubungan dengan pelanggan). Untuk dapat meningkatkan CRM, perusahaan tidak segan melakukan investasi yang cukup mahal dan teknologi canggih yang mampu memberikan layanan yang maksimal bagi pelanggan.  Di sisi lain banyak perusahaan software yang menjual dan menawarkan aplikasi sistem ini Web applications seperti e-mail marketing dan the dot-coms.
  Menurut Costanzo (2003, p.8), CRM merujuk pada software system yang membantu perusahaan memperoleh dan menyimpan data pelanggannya serta melakukan hubungan dua arah. Tetapi saat ini CRM lebih menekankan pada perubahan kebijakan dan prosedur yang didesain untuk meningkatkan sales dan customer retention di berbagai lini perusahaan.  

Ø CRM Dan Tujuannya
 “Customer Relationship Management, or CRM, is a business strategy designed to improve profitability, revenue, and customer satisfaction. It consists of software, services, and a new way of thinking to improve profitability, revenue, and customer satisfaction. How? By helping organizations of every size identify the right customers, acquire more of the right customers faster, and retain the right customers longer.” Kutipan ini berarti bahwa CRM adalah strategi bisnis yang terdiri dari  software dan layanan yang didesain untuk meningkat-kan keuntungan (profit), pendapatan (revenue) dan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Caranya adalah dengan membantu berbagai bentuk peru-sahaan untuk mengidentifikasi pelanggannya dengan tepat, memperoleh lebih banyak pelanggan dengan lebih cepat, dan mempertahankan kesetiaan pelang-gannya.  
Selanjutnya Martin, Brown, DeHayes, Hoffer & Perkins (2005, p.194) menambahkan “A CRM system attempts to provide an integrated approach to all aspects of interaction a company has with its customers, including marketing, sales and support. The goal of a CRM system is to use technology to forge a strong relationship between a business and its customers. To look at CRM in another way, the business is seeking to better manage its own enterprise around customer behaviors”. Kutipan ini menyatakan bahwa sistem CRM berusaha menyedia-kan sebuah pendekatan terintegrasi terhadap semua aspek dalam perusahaan dalam kaitannya dengan pelanggannya, yang meliputi marketing, sales and support. Tujuan dari sistem ini adalah dengan penggunaan teknologi diharapkan terjadi jalinan hubungan yang kuat antara perusahaan dengan pelanggannya. Dengan kata lain, perusahaan berusaha mengelola kinerja perusahaannya dengan lebih baik. 
Menurut O’Brien (2002, p.130), “CRM uses information technology to create a cross-functional enterprise system that integrates and automates many of the customer serving processes in sales, marketing, and product services that interact with a company’s customers. CRM systems also create an IT framework that integrates all of these processes with the rest of a company’s business operations. CRM systems consist of a family of software modules that perform the business activities involved in such front office processes. CRM software provides the tools that enable a business and its employees to provide fast, convenient, dependable, and consistent service to its customers.”  Kutipan ini berarti bahwa CRM meng-gunakan teknologi informasi untuk menciptakan cross-functional enterprise system yang menginte-grasikan dan mengotomatisasi proses layanan pelanggan dalam bidang penjualan, pemasaran, dan layanan produk/ jasa berkaitan dengan perusahaan.   Sistem CRM juga menciptakan IT framework yang menghubungkan semua proses dengan bisnis opera-sional perusahaan. Selain itu sistem CRM juga meliputi sekumpulan modul software yang membantu aktivitas bisnis perusahaan, seperti proses kantor depan. 
Sistem CRM dalam Proses Bisnis   Banyak paket software diciptakan untuk memu-dahkan customer relationship, tetapi kebanyakan tergantung dari perolehan, updating dan utilisasi profil individu pelanggan. Profil-profil pelanggan ini biasa-nya disimpan dalam data warehouse, dan data mining digunakan untuk mengekstrasi informasi yang berhubungan dengan perusahaan dari pelanggan yang bersangkutan. Selanjutnya profil pelanggan ini ter-hubung secara on line sehingga mereka yang bekerja dalam perusahaan itu dapat menghubungi pelanggan yang bersangkutan. Selain itu Web-based front-ends telah diciptakan sehingga pelanggan dapat meng-hubungi perusahaan secara online untuk memperoleh informasi mengenai produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan itu, memesan order, mengecek status order yang ada, memperoleh jawaban atas pertanyaan yang diajukan atau untuk memperoleh layanan. Paket software CRM membantu perusahaan untuk me-masarkan, menjual, dan melayani pelanggan melalui multi media, termasuk Web, call centers, field representatives, business partners, retail and dealer networks.  
Dari definisi-definisi sebelumnya dapat dikatakan bahwa CRM adalah serangkaian pendekatan dan sistem yang berbasis teknologi informasi (IT-Based System) yang berguna untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih erat dan terbuka serta memung-kinkan adanya komunikasi dua arah antara perusa-haan dengan pelanggannya, baik sebagai stakeholder maupun shareholder.  

Ø KEBUTUHAN CRM  
O’Brien (2002, pp.130-1) menegaskan bahwa CRM memungkinkan perusahaan mengidentifikasi dan membidik pelanggan terbaiknya, yaitu mereka yang menguntungkan perusahaan, sehingga mereka dapat dipertahankan menjadi pelanggan yang setia untuk jangka panjang. Mereka diharapkan akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan. Selain itu, CRM memungkinkan real-time customization and personalization atas produk dan jasa berdasarkan keinginan, kebutuhan, kebiasaan pembelian dan siklus kehidupan pelanggannya. CRM juga memantau data pelanggannya setiap kali dia melakukan kontak dengan perusahaan. CRM me-mungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan dan dukungan yang konsisten dan prima terhadap semua kontak yang diinginkan pelanggannya sehingga pelanggan memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Semua keuntungan ini memberikan nilai bisnis yang strategis bagi perusahaan sekaligus perceived value bagi pelanggannya. CRM meliputi sentralisasi semua data pelanggan perusahaan dan otomatisasi kegiatan mengelola sales, marketing, dan customer service yang membosankan sehingga para profesional dapat menggunakan waktunya untuk melayani pelanggannya secara lebih efektif dan efisien terutama dalam melakukan kegiatan administrasinya. 
Keuntungan CRM sudah jelas yaitu dapat mempercepat proses dan memberikan kemudahan bagian sales, marketing dan service personnel dengan informasi pelanggan yang lebih baik dan lengkap. CRM memberi kemudahan pada perusahaan untuk membangun customer relationship dan mengurangi biaya operasional.   Di bagian sales, otomatisasi proses penjualan dapat menjadi sangat sederhana. CRM membantu mengurangi siklus penjualan dengan adanya informasi pelanggan yang relevan dan tersedia setiap saat sehingga memungkinkan pekerjaan menjadi lebih efisien. Proses otomatisasi ini juga memungkin-kan pihak manajemen untuk mengecek kinerja timnya secara real time dan mengetahui siapa yang benar-benar sedang bekerja dan siapa yang tidak bekerja. Dengan adanya otomatisasi fungsi-fungsi mar-keting seperti campaign design and management, email marketing, lead assignment and management, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bagian marketing. Otomatisasi ini dapat membidik pelanggan potensial, sumber daya utama dan informasi geografis yang membantu siklus penjualan. Pihak manajemen dapat memahami program-program yang diciptakan untuk meningkat-kan pendapatan secara maksimal. Dengan demikian, manajemen dapat mengetahui program marketing mana yang paling efektif dan mana yang perlu ditingkatkan untuk membidik investasi marketing secara lebih sukses dengan cara mengidentifikasikan new markets dan opportunities, menyederhanakan proses marketing, mengkuantifikasi ROI biaya marketing, dan meningkatkan produktifitas marketing dengan mengurangi acquisition costs. Customer service dan call center operations dapat menggunakan CRM untuk membantu para staff dengan informasi yang terbaru dan up-to-date dari semua transaksi yang terjadi di bagian ini. Dengan otomatisasi service request management, knowledge bases dan call routing, para staff dapat menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa semua per-mintaan layanan pelanggan dapat dijawab dan setiap masalah pelanggan dapat diselesaikan dengan baik secara lebih cepat. Karena para staff memperoleh akses langsung atas customer records, maka mereka dapat mengantisipasi setiap peluang/ masalah yang ada untuk memperoleh solusi layanan. Sebagai imbalannya, pelanggan akan memperoleh layanan yang prima sehingga meningkatkan customer retention  and loyalty. 

Tugas II

Customer to customer adalah cara-cara inovatif untuk memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi satu sama lain . Sementara pasar tradisional memerlukan bisnis untuk hubungan pelanggan , di mana pelanggan pergi ke bisnis untuk membeli produk atau jasa . Dalam pelanggan untuk pasar pelanggan bisnis memfasilitasi suatu lingkungan di mana pelanggan dapat menjual barang dan atau jasa tersebut satu sama lain . 

Pengertian Konsumen
Konsumen merupakan istilah serapan yang ada kaitannya dengan kata "consume" dalam bahasa inggris, namun bukan berarti bahwa kata "konsumen" ini berasal dari "consumen" dalam bahasa inggris. Buktinya, sebagaimana pencarian saya di kamus oxford, saya tidak menemukan istilah tersebut. Malahan yang ada adalah kata "consumer" yang mempunyai definisi sebagai berikut;
a person who buys goods or uses service (seseorang yang memberli barang atau menggunakan jasa)
Jika dipikir-pikir, barangkali istilah konsumen merupakan kata serapan yang mengalami modifikasi (sebagaimana istilah difabel yang saya yakin berasal dari kata disable).
Dalam kamus besar bahasa indonesia, pengertian konsumen adalah sebagai berikut;
1. Pemakai barang hasil produksi (bahan, pakaian, makanan, dsb)
2. penerima pesan iklan
3. pemakai jasa (pelanggan dsb).

Di sini kita menemui istilah tambahan yakni istilah pelanggan. Pengertian pelanggan adalah orang yang membeli barang secara tetap, menurut KBBI.

Pengertian Customer
Definisi customer menurut kamus bahasa inggris oxford;
1. a person or organization that buys something from a shop or business
2. a person of the specified type
Dalam bahasa indonesia, terjemahannya kurang lebih seperti ini;
1. seseorang atau sebuah organnisasi yang membeli sesuatu dari sebuah toko atau usaha.
2. seseorang dengan tipe tertentu

Pengertian Klien
istilah klien berasal dari bahasa inggris; client. Di kamus oxford, istilah client mempunyai pengertian atau definisi sebagai berikut;
1. a person who uses the services of a professional person or organization, eg; a lawyer or a bank
2. a customer in a shop
Dalam bahasa indonesia kurang lebih artinya sebagai berikut;
1. seseorang yang menggunakan layanan dari seorang atau sebuah organisasi profesional; contohnya pengacara atau bank.
2. seorang 'customer' pada sebuah took

Di pihak lain, KBBI ternyata mempunyai 2 pandangan dalam menjelaskan pengertian klien. Berikut ini definisi klien menurut KBBI:
Pengertian klien dalam hal hukum; orang yang memperoleh bantuan hukum dari seorang pengacara dalam pembelaan perkara di pengadilan. Pengertian klien dalam hal yang selain hukum (karena di KBBI tidak ditambahkan keterangan); orang yang membeli sesuatu atau memperoleh layanan (spt kesehatan, konsultasi jiwa) secara tetap



Rabu, 29 Oktober 2014

Kecerdasan Buatan

Nama   : Ramla Lamanta
NIM  : A01412004
Tugas  : Kecerdasan Buatan
Prodi : Sistem Informasi
Fakultas Sains Dan Teknologi



P = Saya suka makan
Q = Saya Anak Tengah

1. P Λ Q ( Dan )
Saya suka makan (T) dan Saya anak tengah (F) = Salah

2. P V Q ( Atau )
Saya suka makan (T) atau Saya anak tengah (F) = Benar

3. P→Q ( If Then )
Jika saya suka makan (T) maka saya anak tengah (F) = Salah


4. P↔Q ( If and only if )
Saya suka Makan (T) jika dan hanya jika saya anak tengah (F) = Salah



Kata Kunci

Tugas II

Kata Kunci

LAMANTA
LAMNTBCDEFGHIKOPQRSUVWXYZ

Tabel Kunci
L
A
M
N
T
L
B
C
D
E
F
B
G
H
I
K
O
G
P
Q
R
S
U
P
V
W
X
Y
Z
V
L
A
M
N
T
L

ENKRIPSI
ü RAMLA LAMANTA
RA ML AL AM  AN TA
MQ NA MA MN MT LM
RA ML AL AM AN TA  Dekripsi